BacaJuga: Doa dan Zikir Setelah Shalat Fardhu. Ustaz Farid Nu'man Hasan menegaskan bahwa Imam Al-Bukhari dalam kitab shahih-nya telah menulis Bab Ad-Dua Ba'da Ash-Sholah (Bab Tentang Doa Setelah Sholat). Ini merupakan bantahan bagi yang mengingkari berdoa setelah sholat. Bab ini ditulis Imam Al-Bukhari jauh sebelum Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul
NahBlog Tanya Jawab akan memberikan artikel yang berkaitan tentang pertanyaan yang sedang kamu cari. Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut. Pertanyaan berdasarkan hadits tentang shalat fardhu sebaiknya dilaksanakan di .. Jawaban #1 untuk Tanya Jawab 2022
Contohsoal pilihan ganda tentang (sholat) Januari 06, 2019 1. Apa hukum sholat fardhu? a. Sunnah c. Wajib b. Mubah d. Haram 2. Berapa jumlah raka'a sholat subuh? a. 2 c. 4 b. 3 d. 5 3. Apakah rukun sholat yang pertama?. a. Membaca surah Al-Fatihah b. Takbiratul ihram c. Sujud dua kali dengan tumakninah d. Niat 4.
Menurutsebuah hadits dan Umar bin Khaththab riwayat Tirmidzi menerangkan bahwa barang siapa yang mengerjakan shalat sunnah empat raka'at sebelum ashar maka Allah akan memberi. a. rahmat kepadanya b. rezeki yang melimpah c. istri yang cantik d. anak yang saleh 20. Tujuan dilaksanakannya shalat sunnah adalah untuk melengkapi kekurangan.
shalatsunnah.29 Adapun definisi shalat fardhu adalah shalat dengan status hukum fardhu, yakni wajib dikerjakan. Shalat fardhu sendiri menurut hukumnya terdiri atas dua golongan, yakni fardhu 'ain yang berarti diwajibkan kepada individu. Termasuk dalam shalat ini adalah shalat lima waktu (shubuh, zhuhur, ashar, maghrib dan isya') dan shalat
1 Hukum melaksanakan shalat sunnah rawatib qabliyah subuh adalah. a. Sunnah ghairu mu'akad b. Sunnah mu'akad c.
. Berikut ini merupakan sebuah konsep yang tepat berkaitan dengan shalat sunnah rawatib… *A. Shalat sunnah setelah shalat fardhuB. Shalat sunnah yang harus di laksanakan secara tertibC. Shalat sunnah sebelum shalat fardhuD. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu1. Berikut ini merupakan sebuah konsep yang tepat berkaitan dengan shalat sunnah rawatib… *A. Shalat sunnah setelah shalat fardhuB. Shalat sunnah yang harus di laksanakan secara tertibC. Shalat sunnah sebelum shalat fardhuD. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu2. Shalat sunnah rawatib ada yang disebut shalatSunnah rawatib ba'diyah karena dilakukan ....a. Menjelang shalat Sebelum shalat Sesudah shalat Mengiringi shalat fardhu.3. shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnah...4. Shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu disebut … *5. Ada shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. shalat tersebut adalah....6. shalat sunnah ba'diyyah dikerjakan....shalat fardhu7. sholat sunnah yang dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut shalat sunnah8. Shalat sunnah yang pelaksanaannya beriringan dan mengikuti shalat-shalat fardhu baik sebelum maupun sesudahnya disebut shalat sunnah…9. shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu lima waktu adalah? 10. sholat sunnah yang dilakukan sesudah shalat fardhu disebut sunnah11. shalat Sunnah rawatib yang dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut shalat sunnah.... 12. Sebaiknya antara shalat fardhu dan shalat sunnah diselingi dengan ... *13. Apa perbedaan antara shalat sunnah dengan shalat fardhu ?14. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, yang dilakukan SEBELUM shalat fardu disebut shalat sunnah…tolong jawab15. Shalat sunah yg mengiringi shalat fardhu, yg dilakukab sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnah16. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu disebut17. 27. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, yang dilakukan sebelum shalat fardu disebut shalat sunnah…m.18. Quizz [PAI]•••••••••••••••••••••••••••~~~Apakah dalam shalat sunnah sebelum shalat fardhu dan sesudahnya rakaatnya sama? 19. Sunnah yang mengikuti shalat fardhu adalah shalat Sunnah rawatib di kerjakan secara? dan bacaan shalat Sunnah rawatib sama dengan shalat fardhu kecuali bacaan? Sunnah rawatib di kerjakan....... yang melakukan shalat Sunnah rawatib akan di jauhkan dari.....20. shalat sunnah ba'diyyah dikerjakan....shalat fardhu 1. Berikut ini merupakan sebuah konsep yang tepat berkaitan dengan shalat sunnah rawatib… *A. Shalat sunnah setelah shalat fardhuB. Shalat sunnah yang harus di laksanakan secara tertibC. Shalat sunnah sebelum shalat fardhuD. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhuJawabanJawabannya adalah option DJawabanD. shalat Sunnah yang mengiringi shalat fardhu 2. Shalat sunnah rawatib ada yang disebut shalatSunnah rawatib ba'diyah karena dilakukan ....a. Menjelang shalat Sebelum shalat Sesudah shalat Mengiringi shalat fardhu.Jawabanc. sesudah sholat fardhuPenjelasansholat rawatib itu ada dua, yakni rawatib qobliyah yaitu sholat sunnah dua rokaat yang dilaksanakan sebelum sholat fardhu. rawatib ba'diyah yaitu sholat sunnah dua rokaat yang dilaksanakan setelah atau sesudah sholat fardhu. 3. shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnah... Shalat sunnah qabliyah.maaf kalau salahShalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnah qabliyah, sedangkan Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut shalat sunnah baddiyah. 4. Shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu disebut … *shalat sunnah rawatib maaf kl salah 5. Ada shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. shalat tersebut adalah....Jawabanshalat sunnah rawatib 6. shalat sunnah ba'diyyah dikerjakan....shalat fardhuJawabandikerjakan setelah shalat fardhuShalatSunnah Ba'diyah dikerjakan setelah shalat Membantu. 7. sholat sunnah yang dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut shalat sunnah rowatib maaf kalo salah 8. Shalat sunnah yang pelaksanaannya beriringan dan mengikuti shalat-shalat fardhu baik sebelum maupun sesudahnya disebut shalat sunnah…Jawabanshalat Sunnah qadha,dan shalat Sunnah badha 9. shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu lima waktu adalah? JawabanSholat Qobliyah sebelum dan Sholat Ba'diyah SesudahJawabanshalat Rawatib penjelasanSalat sunah rawatib adalah salat sunah yang mengiringi salat fardhu, dapat dilakukan sebelum ataupun setelahnya. pelaksanaan nya dibagi menjadi dua yaituqolbiyah sebelum dan ba'diyah sesudahMoga membantuuuuuuu~Faah 10. sholat sunnah yang dilakukan sesudah shalat fardhu disebut sunnah sholat sunnah ba'diyah 11. shalat Sunnah rawatib yang dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut shalat sunnah.... jawabannyasholat sunnah rawatib yang di kerjakan seseudah sholat fardhu di sebut ba'diyahshalat sunnah rawatib yg di kerjakan setelah shalat fadhu adalah shalat sunnaylh ba'diyah 12. Sebaiknya antara shalat fardhu dan shalat sunnah diselingi dengan ... *Jawabanshalat 13. Apa perbedaan antara shalat sunnah dengan shalat fardhu ? Shalat Sunnah Shalat yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa/pahalaShalat Wajib Shalat yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila tidak dikerjakan mendapat dosaMaaf Kalo Salah jika shalat sunnah hukumnya tidak wajib untuk dikerjakantetapi jika shalat fardu hukumnya wajib untuk dikerjakan 14. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, yang dilakukan SEBELUM shalat fardu disebut shalat sunnah…tolong jawabJawabanbismillahirrahmanirrahim...shalat Sunnah rawatib•••••jazakumullah ahsanal jaza' 15. Shalat sunah yg mengiringi shalat fardhu, yg dilakukab sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnah shalat Sunnah rawatib qabliyahsemoga membantu•Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu baik sebelum maupun sesudah disebut shalat sunnah rawatib.•Waktu shalat sunnah rawatib•》sebelum subuh•》sebelum dzuhur•》sesudah dzuhur•》sesudah magrib•》sesudah isya•Shalat sunnah rawatib terbagi dua•》sebulum shalat fardhu disebut shalat sunnah rawatib qalbiyah•》sesudah shalat fardhu disebut shalat sunnah rawatib ba'diyah 16. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu disebutShalat Sunnah yang mengiringi Shalat Fardhu disebut Juga Shalat Rawatib. Shalat ini terdiri dari 2 Jenis yaitu Shalat Rawatib Qabliyah yang dikerjakan sebelum melaksanakan Shalat Wajib dan Juga Shalat Rawatib Ba'diyah yang dikerjakan setelah melaksanakan Shalat RawatibPenjelasanShalat sunnah qobliyah sebelum shalat fardhuShalat sunnah ba'diyah setelah shalat fardhuSemoga membantu, maaf klau slh 17. 27. Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, yang dilakukan sebelum shalat fardu disebut shalat sunnah…m.Penjelasansholat sunnah yang pertama adalah sholat rawatib. Sholat sunnah ini adalah salah satu sholat sunah yang menyertai sholat fardhu. Jawabanqabliyah dan ba'diyahPenjelasansemoga membantu 18. Quizz [PAI]•••••••••••••••••••••••••••~~~Apakah dalam shalat sunnah sebelum shalat fardhu dan sesudahnya rakaatnya sama? Jawabansalat rawatib muakkad, yang selalu dikerjakan Rasulullah. Salat rawatib jenis ini totalnya ada 10 atau 12 rakaat, yaitu 2 rakaat sebelum subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat setelah zuhur, 2 rakaat setelah magrib, dan 2 rakaat setelah sunah rawatib dapat dibagi menjadi salat qobliyah sebelum salat wajib dan bakdiyah sesudah, juga muakkad dan ghoiru sunah rawatib dapat dibagi menjadi salat qobliyah sebelum salat wajib dan bakdiyah sesudah, juga muakkad dan ghoiru dan jadikan jawaban yg terbaikya 19. Sunnah yang mengikuti shalat fardhu adalah shalat Sunnah rawatib di kerjakan secara? dan bacaan shalat Sunnah rawatib sama dengan shalat fardhu kecuali bacaan? Sunnah rawatib di kerjakan....... yang melakukan shalat Sunnah rawatib akan di jauhkan dari.....Jawaban sunnah siksa 20. shalat sunnah ba'diyyah dikerjakan....shalat fardhu Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu disebut dengan salat sunah Qobliyah. Sementara itu, salat sunah Rawatib yang dikerjakan setelah salat fardu disebut dengan salat sunah Ba' sunnah ba'diyah dikerjakan Setelah atau sesudah shalat fardhuPenjelasanSalat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu disebut dengan salat sunah Qobliyah. Sementara itu, salat sunah Rawatib yang dikerjakan setelah salat fardu disebut dengan salat sunah Ba' bermnafaat like ya follow jadikan jawaban tercerdas >...<
Jakarta - Pengertian sholat sunnah dapat ditemukan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Secara bahasa, sunnah mengandung arti cara atau jalan. Jenis Amalan sholat sunnah juga banyak dicontohkan dari buku Super Lengkap Shalat Sunah karya Ubaidurrahim El-Hamdy, pengertian sholat sunnah adalah amalan yang bila dikerjakan mendapat pahala. Namun jika ditinggalkan tidak menjadi SAW menganjurkan untuk melakukan minimal 24 kali sujud dalam sholat sunnah setiap harinya. Ummu Habibah mendengar Rasulullah bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ Artinya "Jika seorang hamba Allah SWT sholat demi allah SWT 12 raka'at sunah setiap hari, sebelum dan setelah sholat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga. Aku tidak pernah absen melakukannya, sejak mendengarnya dari Rasulullah SAW." HR Muslim.Setelah pengertian, berikut jenis sholat sunnah,Jenis sholat sunnahMenurut buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah karya Muhammad Ajib, Lc, MA, ada 33 jenis sholat sunnah. Kelompok sholat sunnah dibagi menjadi yang tidak dan mengiringi sholat wajib. Berikut penjelasannya,1. Sholat sunnah yang mengiringi sholat wajibSholat sunnah yang mengiringi sholat wajib atau sholat fardhu lima rakaat adalah sholat sunnah rawatib. Berdasarkan hukumnya, sholat rawatib dibagi menjadi dua, di antaranya sholat sunnah muakkad dan sholat sunnah ghairu muakkad artinya hukum pengerjaan menjadi sunah yang sangat dianjurkan. Jenis-jenisnya adalah sebagai rakaat sebelum shalat rakaat sebelum shalat rakaat sesudah shalat rakaat sesudah shalat rakaat sesudah shalat itu, sunnah ghairu muakkad berarti sunnah yang tidak begitu dianjurkan. Berikut macam-macam shalat sunnah rawatib ghairu muakkad,Dua rakaat sebelum shalat dzuhur. Bagi yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, dua rakaat pertama menjadi sunnah muakkad dan dua rakaat setelahnya adalah ghairu rakaat sesudah shalat dzuhur. Bagi yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, dua rakaat pertama hukumnya menjadi sunnah muakkad. Kemudian dua rakaat berikutnya berhukum ghairu rakaat sebelum shalat rakaat sebelm shalat rakaat sebelum salat Sholat sunnah yang tidak mengiringi sholat wajibPembagian sholat sunnah yang tidak mengiringi sholat wajib kembali dibagi menjadi dua jenis. Berdasarkan pelaksanaannya, sholat ini terbagi menjadi sholat yang dikerjakan sendirian munfarid dan sholat yang dikerjakan dengan yang dikerjakan sendirian terdiri dari sholat tahajud, sholat dhuha, sholat isyraq, sholat sunnah wudhu, sholat tahiyyatul masjid, sholat safar, sholat istikharah, sholat witir, sholat setelah akad nikah, sholat sunnah taubat, sholat sunnah muthlaq, sholat hajat, sholat tasbih, dan sholat sunnah yang dikerjakan berjamaah terdiri dari sholat khusuf, sholat kusuf, sholat istisqa, sholat hari raya, dan sholat penjelasan terkait pengertian sholat sunnah dan jenisnya. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan ya. Aamiin. rah/row
Ini Lima Perbedaan Mendasar Antara Shalat Wajib dan Sunnah Sebagaimana kita ketahui, di samping mensyariatkan shalat fardhu yang sehari-semalam berjumlah lima rakaat, Allah juga mensyariatkan shalat sunnah kepada kita yang potensi pahala sangat besar, dan terutama bisa menambal kekurangan salat fardhu ini, akan kami sajikan beberapa perbedaan antara shalat sunnah dengan shalat fardhu yang kami himpun dari berbagai kitab fikih dengan sumber utama dari kitab al-Mughni al-Muhtaj. Tidak semua perbedaan tersebut kami sertakan karena keterbatasan pembacaan, hanya yang paling mendasar dan penting saja yang kami sertakan. Beberapa perbedaaan tersebut ialahPertama, niat shalat fardhu agar menjadi sah, harus menyebutkan minimal niat shalat, niat kefardhuan dan niat penentuan shalatnya. Contoh “Usholli fardlo dzuhri Saya niat salat fardlu dluhur”. Sedangkan shalat sunnah hanya mensyaratkan niat shalat saja untuk mencapai kesunnahan. Contoh “Usholli Saya niat salat”.Kedua, ketika di tengah salat fardhu anda berganti niat menjadi shalat sunnah itu diperbolehkan, tidak wajib berdiri bagi yang mampu pada salat fardhu, sedangkan shalat sunnah boleh duduk meskipun ia mampu ketika sedang di atas kendaraan saat bepergian, shalat fardhu tetap wajib menghadap kiblat yakni Ka’bah, sedangkan shalat sunnah, kiblatnya adalah arah tujuan dalam shalat fardhu disyariatkan adzan & iqamat, tidak dengan shalat sunnah. Adapun ketika salat sunnahnya berjamaaah, maka panggilannya ialah as-sholaatu jaami’ah “Shalat jamaah akan dilaksanakan”.Keenam,shalat fardhu boleh diqashar ketika safar, tidak demikian dengan salat sunnahDemikianlah beberapa perbedaan paling mendasar antara shalat sunnah dengan shalat fardhu. Semoga bermanfaat.
Hadits tentang keutamaan shalat - Sholat merupaakan rukun Islam ke-dua yang wajib dijalankan oleh setiap umat Islam. Shalat menjadi tiang agama, yang berarti menjadi ibadah yang sangat penting untuk dijalankan muslim tiap hari. Ibadah sholat yang wajib dilakukan setiap harinya adalah sholat 5 waktu atau biasa juga disebut sebagai shalat fardhu. Adapun sholat 5 waktu yang wajib dikerjakan terdiri dari shalat subuh, shalat dhuhur, shalat ashar, shalat maghrib, dan shalat isya'. Kelima waktu sholat tersebut jika ditinggalkan maka kita akan mendapatkan dosa, namun jika kita mengerjakannya selain kita mendapat pahala dari Allah SWT. Selain itu juga ada berbagai jenis shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, misalnya seperti shalat tahajud, shalat hajat, shalat rawatib, shalat idul fitri, dan lain sebagainya. Sebagai muslim, kita juga mendapatkan banyak fadhilah dan keutamaan jika kita mengerjakan shalat. Keutamaan shalat ini tidak hanya mendapatkan pahala saja, tapi lebih dari itu, sholat memberi manfaat dan kebaikan bagi orang yang menjalankannya. Ada banyak sekali keutamaan dalam shalat yang akan kita dapatkan sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an dan hadist Nabi Muhammad SAW. Simak ulasan dan detail lengkapnya mengenai keutamaan shalat berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW dan perkataan para ulama ahlussunnah yang dibahas di bawah ini. 1. Shalat adalah sebaik-baik amalan setelah dua kalimat عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ». Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.” Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orang tua“, jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam. “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85 2. Shalat lima waktu mencuci dosa Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا » “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667 Dari Jabir RA,مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ ». قَالَ قَالَ الْحَسَنُ وَمَا يُبْقِى ذَلِكَ مِنَ الدَّرَنِ “Permisalan shalat yang lima waktu itu seperti sebuah suangi yang mengalir melimpah di dekat pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali.” Al Hasan berkata, “Tentu tidak tersisa kotoran sedikit pun di badannya.” HR. Muslim no. 668. 3. Shalat lima waktu menghapuskan dosa Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ “Di antara shalat yang lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat lainnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” HR. Muslim no. 233. 4. Shalat adalah cahaya di dunia dan akhirat Dari Abdullah bin Amr, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ “Siapa yang menjaga shalat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” HR. Ahmad 2 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Disebutkan dalam hadits Abu Malik Al Asy’ari, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,وَالصَّلاَةُ نُورٌ “Shalat adalah cahaya.” HR. Muslim no. 223 Juga terdapat hadits dari Burairah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِى الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap bahwasanya kelak ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” HR. Abu Daud no. 561 dan Tirmidzi no. 223. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih Berkata para ulama tentang shalat Sesungguhnya sholat adalah paling utamanya ibadah badaniyah yang memakai gerakan tubuh dan fardhu-fardhu di dalam sholat adalah paling utama dibanding fardhu yang lain. Dan sunnah-sunnah dalam sholat adalah paling utamnya sunnah dibanding sunnah yang lain. Nah itu tadi sekilas rangkuman ilmu mengenai hadist dan perkataan ulama yang menunjukkan betapa utamanya mengerjakan sholat terutama shalat fardhu. Dengan mengerjakan sholat fardhu, maka kita akan mendapatkan pahala, terhindar dari dosa serta mendapatkan banyak fadhilah dan keutamaan seperti tercantum pada hadist-hadits Nabi SAW di atas. Semoga bermanfaat.
Fatwa Asuhan Syaikh Abdullah Al FaqihSoal Mengenai menyambung shalat sunnah setelah shalat fardhu, apakah perlu memisahkan antara keduanya dalam waktu yang lama, atau apakah boleh shalat sebelumnya qabliyah atau setelahnya ba’diyah secara langsung? Jazaakumullahu Dianjurkan bagi orang yang shalat untuk memisahkan antara shalat fardhu dan shalat sunnah dengan perkataan baik dengan ngobrol maupun dzikir –pent, atau dengan berpindah ke tempat lain. Dan berpindah tempat, yang paling baik ialah berpindah ke rumah untuk shalat sunnah, bila shalatnya ba’diyah. Atau shalat dulu di rumah, kemudian berangkat ke masjid untuk shalat fardhu bila shalatnya qabliyah. Karena shalat yang paling utama bagi seorang laki-laki ialah di rumahnya, kecuali shalat fardhu. Sebagaimana shahih dari hadtis Umar bin Atha’ ibn Abi Al Khuwwar, bahwa Nafi’ ibn Jubair pernah mengutusnya untuk bertanya kepada As Sa’ib ibn Ukhti Namr, tentang sesuatu yang pernah dilihat Muawiyah ketika ia shalat. Beliau berkata,فَقَالَ نَعَمْ. صَلّيْتُ مَعَهُ الْجُمُعَةَ فِي الْمَقْصُورَةِ. فَلمّا سَلّمَ الاْمَامُ قُمْتُ فِي مَقَامِي. فَصَلّيْتُ. فَلَمّا دَخَلَ أَرْسَلَ إِلَيّ فَقَالَ لاَ تَعُدْ لِمَا فَعَلْتَ. إِذَا صَلّيْتَ الْجُمُعَةَ فَلاَ تَصِلْهَا بِصَلاَةٍ حَتّىَ تَكَلّمَ أَوْ تَخْرُجَ. فَإِنّ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَرَنَا بِذَلِكَ. أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ بِصَلاَةٍ حَتّىَ نَتَكَلّمَ أَوْ نَخْرُجَ“Iya. Aku pernah shalat Jumat bersamanya di Al Maqshurah sebuah benteng yang besar. Ketika imam salam aku pun berdiri dari tempatku, lalu shalat. Maka ketika aku masuk dan menemuinya, Muawiyah berkata, “Jangan kau ulangi lagi perbuatanmu. Bila engkau shalat Jumat janganlah shalat sunnah hingga engkau berbicara atau telah keluar dari masjid. Karena sesungguhnya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam memerintahkan kami hal tersebut, yaitu agar tidak menyambung shalat fardhu dengan shalat sunnah hingga berbicara atau keluar“.Al Imam An Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil ulama madzhab kami yaitu Syafi’iyah bahwasanya shalat sunnah rawatib atau selainnya dianjurkan untuk dikerjakan dengan berpindah tempat dari tempat shalat fardhu, dan tempat paling afdhal ialah rumah, kemudian tempat lain di masjid atau selainnya untuk memperbanyak tempat sujudnya. Hal ini dalam rangka memisahkan shalat sunnah dengan shalat fardhu. Dan perkataan, hingga engkau berbicara..’ adalah dalil bahwa pemisah diantara keduanya bisa dengan berbicara, akan tetapi yang lebih afdhal ialah berpindah tempat sebagaimana telah kami sebutkan. Wallahu a’lam.” –selesai nukilan dari Imam dari Abu Dawud dan Ibn Majah dengan lafadz dari Abu Hurairah dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau berkata,أيعجز أحدكم إذا صلى أن يتقدم أو يتأخر أو عن يمينه أو عن شماله“Tidak mampukah salah seorang diantara kalian bila selesai shalat ia berpindah ke depan, belakang, kanan, atau kirinya”. Yaitu shalat sunnah ba’diyah atau qabliyah.Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah berkata, “Termasuk diantara sunnah ialah memisahkan antara shalat fardhu dan shalat sunnah ketika shalat Jumat atau selainnya. Sebagaimana terdapat dalam hadits shahih bahwasanya Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam melarang menyambung shalat dengan shalat lain hingga terpisah diantara keduanya dengan berdiri maupun berbicara. Maka janganlah mengerjakan apa yang dikerjakan oleh banyak orang yang menyambung salam dengan dua rakaat sunnah. Karena sesungguhnya hal tersebut melanggar larangan Nabi shallallaahu alaihi wa sallam. Terdapat hikmah dalam sunnah ini yaitu adanya pembeda antara shalat fardhu dan selain yang fardhu, sebagaimana dibedakan pula antara ibadah dengan selain ibadah. Misalnya dalam anjuran menyegerakan berbuka puasa, dan mengakhirkan sahur, anjuran makan di hari Idul Fitri sebelum shalat Ied, kemudian juga larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka berhati-hati, ikhtiyath –pent, semua ini adalah dalam rangka membedakan antara apa yang diperintahkan dalam syariat puasa dan selainnya, dan pembeda antara ibadah dengan selainnya. Seperti itu pulalah dibedakan antara shalat Jumat yang Allah wajibkan dengan selainnya” –selesai nukilan dari Ibn illat-nya sebab pensyariatan ialah sebagai pembeda antara yang fardhu dengan yang sunnah, atau pembeda antara ibadah dengan selain ibadah. Illat yang lain dalam anjuran memisahkan antara shalat sunnah dengan fardhu, atau antara shalat fardhu dengan shalat fardhu lain, shalat sunnah dengan shalat sunnah lain, ialah agar memperbanyak tempat sujud. Karena tempat-tempat tersebut kelak akan menjadi saksi di hari kiamat, sebagaimana telah berlalu penjelasan dari Imam Ramli berkata dalam Nihayatul Muhtaj, “Dan disunnahkan untuk berpindah tempat untuk shalat sunnah atau fardhu dari tempat asal shalat fardhu atau shalat sunnah ke tempat lain, dalam rangka memperbanyak tempat sujud karena ia akan menjadi saksi di hari kiamat, dan juga dalam rangka menghidupkan suatu tempat untuk ibadah, dan apabila ia tidak berpindah tempat hendaklah memisahkannya dengan berbicara”.Majduddin Abul Barakaat ibn Taimiyyah dalam Muntaqa Al Akhbar berkata, “Bab Dianjurkannya Shalat Tathawwu’ di Tempat Selain Shalat Wajib” Kemudian beliau membawakan hadits berikut –pent Dari Al Mughirah ibn Syu’bah beliau berkata, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam berkata,لا يصلي الإمام في مقامه الذي صلى فيه المكتوبة حتى يتنحى عنه“Janganlah seorang imam shalat di tempat ia shalat wajib hingga ia berpindah tempat” HR Ibn Majah dan Abu Dawud.Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda,أيعجز أحدكم إذا صلى أن يتقدم أو يتأخر أو عن يمينه أو عن شماله“Tidak mampukah salah seorang diantara kalian apabila hendak shalat sunnah, berpindah ke depan, belakang, kanan, atau kirinya” HR Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah.Asy Syaukani dalam Nailul Authar Syarh Muntaqa Al Akhbar berkata, “Kedua hadits ini dalil disyariatkannya berpindah tempat untuk shalat sunnah, dari tempat dikerjakannya shalat fardhu. Hal ini berlaku bagi imam berdasarkan nash hadits pertama dan keumuman hadits kedua, berlaku juga bagi yang shalat sendirian berdasarkan keumuman hadits kedua dan diqiyaskan dengan imam. Adapun illat hal ini adalah untuk memperbanyak tempat ibadah sebagaimana disebutkan oleh Al Bukhari dan Al Baghawi, karena tempat sujud kelak menjadi saksi di hari kiamat. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya” QS Az Zalzalah 4.Yaitu akan dikabarkan berbagai amal yang dikerjakan di atasnya, dan disebutkan pula dalam tafsir firman Allah Ta’ala,فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْض“Maka langit dan bumi pun tidak menangisi mereka” QS Ad Dukhan 29.Yaitu tafsirnya ialah Sesungguhnya seorang mukmin apabila meninggal, tempat shalatnya di bumi akan menangis dan amalnya akan terangkat ke langit. Inilah illat yang juga menjadi konsekuensi atas disyariatkannya berpindah dari tempat shalat fardhu ke shalat nafilah sunnah. Begitu pula berpindah tempat dalam tiap shalat yang dimulai shalat sunnah sebelumnya. Apabila tidak berpindah maka dianjurkan untuk memisah dengan perkataan, berdasarkan hadits larangan untuk menyambung shalat dengan shalat lain hingga berbicara atau keluar dari tempat tersebut yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dan Imam Abu Dawud –selesai nukilan dari Nailul ulama berpendapat bahwa hukum berpindah tempat adalah terlarang, karena dhaif-nya hadits yang menjadi dalil hal tersebut. Al Imam Al Bukhari berkata dalam Shahih-nya, “Bab Tetapnya Imam di Tempat Shalatnya Setelah Salam” lalu beliau membawakan hadits, “Adam berkata kepada kami, menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ayub dari Nafi’ ia berkata,كان ابن عمر يصلي في مكانه الذي صلى فيه الفريضة وفعله القاسم“Adalah Ibn Umar shalat sunnah di tempat ia shalat fardhu, dan Al Qasim mengerjakan seperti itu” dan disebutkan dari Abu Hurairah secara marfu’,لا يتطوع الإمام في مكانه، ولم يصح“Janganlah seorang imam mengerjakan shalat tathawwu’ di tempatnya shalat fardhu” namun atsar ini tidaklah shahih –selesai nukilan dari Imam dari Ibn Abi Syaibah dari Abdullah ibn Umar beliau berkata,رأيت القاسم وسالماً -تابعيان- يصلينان الفريضة ثم يتطوعان في مكانهما“Aku melihat Al Qasim cucu dari Abu Bakar As Shiddiq radhiyallahu anhu dan Salman –keduanya tabiin, mereka shalat fardhu kemudian shalat sunnah di tempat yang sama”.Adapun pendapat pertama ialah yang rajih, berdasarkan kuatnya dalil-dalilnya sebagaimana yang telah kami teliti. Wallahu a’lam.—Sumber Penerjemah Yhouga Pratama AriestaArtikel
pertanyaan tentang shalat sunnah dan fardhu